Bagaimana Cara Melakukan Interval Training dengan Tepat?

Home » Fitness » Bagaimana Cara Melakukan Interval Training dengan Tepat?

Pertanyaan mengenai bagaimana cara melakukan interval training sering hinggap di benak kita. Bagi yang baru mencoba metode ini saat berolahraga, seringkali terjadi kesalahan dalam prosesnya sehingga membuat kita jadi ragu untuk melanjutkannya. Padahal, mencari informasi yang tepat mengenai interval training bisa membuat kita terhindar dari berbagai resiko buruk yang mungkin terjadi.

Metode interval training dipilih oleh banyak orang saat berolahraga, baik yang masih pemula maupun yang sudah berpengalaman. Intensitas interval training memang beragam, tapi banyak sekali manfaat yang didapatkan. Belum lagi jika olahraganya berupa latihan kardio, kesehatan jantung dan paru-paru akan terjaga dengan metode ini.

Interval training juga menjadi pilihan karena tidak memakan waktu yang lama. Tentu saja ini manfaat yang menggiurkan, karena banyak orang yang ingin membakar kalori tapi tidak mau melakukan latihan fisik dalam waktu yang lama. Apapun jenis olahraganya, semua bisa dilakukan dengan interval training asalkan paham dengan caranya.

Apa Prinsip Interval Training?

Interval training pada dasarnya merupakan metode olahraga dengan intensitas yang bervariasi dalam satu rangkaian. Dalam metode interval training, ada gerakan yang dilakukan dalam waktu singkat (biasanya 30 detik) tapi memerlukan intensitas yang tinggi. Misalnya, olahraga lompat tali atau angkat beban. Latihan singkat ini adalah selingan dari latihan fisik dengan durasi yang lebih lama (1-2 menit) dan berintensitas rendah, seperti jalan sehat, berenang, workout, dan lain-lain.

Metode latihan ini melibatkan proses aerob dan anaerob dalam tubuh kita. Proses aerob adalah proses perubahan karbondioksida menjadi energi dengan bantuan oksigen. Biasanya, proses aerob digunakan untuk melakukan olahraga berintensitas rendah.

Kemudian, ada proses anaerob, yakni menarik energi dari karbondioksida yang tersimpan dalam otot. Proses ini sangat membantu saat melakukan olahraga dengan intensitas tinggi dalam waktu yang singkat.

Interval training ini bisa dilakukan dalam berbagai variasi olahraga atau gerakan. Mengenai durasi dan intensitasnya, kita sendiri yang menentukan kedua hal tersebut, asalkan sesuai dengan kapasitas tubuh. Jangan lakukan kegiatan olahraga secara berlebihan agar tubuh tidak overworked dan mengalami cedera.

Ketika berolahraga, pasti ada tujuan spesifik yang ingin dicapai. Menurunkan atau meningkatkan berat badan, menambah kebugaran, dan lain-lain. Agar tujuan tersebut tercapai, sebaiknya metode interval training didampingi dengan arahan personal trainer ataupun orang yang sudah berpengalaman. Orang-orang tersebut akan membantu membuat kegiatan serta interval latihan yang harus dilakukan saat berolahraga.

Baca Juga: Bolehkah HIIT Cardio Setiap Hari untuk Menurunkan Berat Badan?

Siapa yang Boleh Melakukan Interval Training?

Tidak semua orang cocok dan bisa melakukan metode ini. Yang harus diingat, perhatikan juga kondisi tubuh sebelum melakukan interval training. Demi alasan keamanan, sebaiknya orang dengan penyakit kronis lebih baik berkonsultasi dengan dokter dulu sebelum melakukan metode ini.

Meskipun begitu, metode ini sangat bisa dilakukan oleh lansia, orang yang kurang aktif atau penderita obesitas. Interval training juga aman dan bermanfaat untuk dilakukan oleh penderita penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Jangan buru-buru melakukan interval training dengan intensitas tinggi saat berolahraga untuk pertama kalinya. Tubuh akan mengalami syok, bahkan terjadi cedera di bagian otot, tendon, atau tulang. Lagipula, olahraga ini tidak harus dilakukan dengan intensitas terlalu tinggi, malahan bisa dilakukan dengan gerakan yang ringan. Semakin hari, tubuh pasti akan terbiasa melakukan interval training dengan durasi dan intensitas yang lebih besar. 

Bagaimana Cara Melakukan Interval Training?

Metode interval training juga harus dilakukan dengan benar sehingga hasilnya memuaskan. Jumlah kalori dalam tubuh yang terbakar lebih banyak, tapi kita tidak merasa kelelahan atau overworked akibat interval training. Tentunya, inilah manfaat utama yang dikejar oleh banyak orang dalam melakukan interval training.

Panduan lengkap mengenai cara melakukan interval training dengan baik bisa dibaca dalam poin-poin tersebut.

1. Pilih Aktivitas Kardio

Latihan kardio apapun bisa dilakukan dengan metode interval training, mulai dari lompat tali, bersepeda, berlari, berenang, dan sejenisnya. Metode ini cocoknya dilakukan dengan aktivitas kardio, sehingga kita bisa mengetahui durasi dan intensitas latihan setiap sesinya.

Latihan kardio juga berguna untuk dipraktekkan sehari-hari dan bisa membakar kalori dalam jumlah yang banyak. Kinerja jantung dan paru-paru bekerja lebih cepat daripada biasanya, sehingga metabolisme dalam tubuh juga semakin lancar. Tubuh pun memiliki sistem imun yang lebih kuat dan bisa melindungi kita dari penyakit.

Baca Juga: Pengertian Interval Training yang Cocok untuk Pemula

2. Tetapkan Durasi Latihan

Keuntungan interval training untuk pemula adalah kita bisa memilih durasi latihan yang dibutuhkan. Tidak perlu sampai sejam, pemula bisa mulai dengan waktu 10-20 menit latihan kardio setiap harinya. Bagi yang sudah terbiasa berolahraga, mereka bisa memilih durasi 30-60 menit untuk melakukan interval training.

Buat juga batasan durasi olahraga antara intensitas tinggi dan intensitas rendah. Pemula bisa mencoba aktivitas fisik dengan intensitas tinggi selama 1-2 menit setelah melakukan 5 menit atau lebih aktivitas berintensitas rendah. Sedangkan orang yang terbiasa berolahraga bisa memilih durasi yang lebih panjang, termasuk pula interval pemulihannya.

Baca Juga: Beberapa Jenis Olahraga Ringan untuk Ibu Hamil

3. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan

Apapun olahraganya, penting sekali untuk melakukan pemanasan dan pendinginan agar tubuh tidak cedera. Disarankan untuk melakukan pemanasan selama 5-10 menit sebelum memulai interval training. Setelah selesai, lakukan pendinginan dan stretching selama 5 menit.

Jawaban dari bagaimana cara melakukan interval training di atas kiranya bisa menjadi panduan yang tepat bagi Anda. Anda juga bisa melakukan variasi olahraga interval training melalui aplikasi STRONGBEE yang lengkap dengan berbagai fitur kesehatan lainnya. Segera download aplikasinya dan rasakan manfaat berolahraga secara digital bersama kami.

Sumber:

https://www.truefitness.com.sg/fitness-101/readon/Training/types-of-training-interval-training

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/interval-training/art-20044588

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Trending now

Yuk Olahraga di Akhir Pekan!

Wing Chun, Bela Diri “Lembut” Namun Berbahaya

Why you need to exercise (more)

Recently Posted

tags

Recommended For You

berapa kalori yang dibutuhkan saat diet

Berapa Kalori yang Dibutuhkan Saat Diet agar Cepat Kurus?

manfaat sepeda statis untuk perut

Manfaat Sepeda Statis untuk Perut serta Tips Efektifnya

waktu yang tepat untuk bersepeda

Kapan Waktu yang Tepat untuk Bersepeda agar Tetap Sehat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sign up and start shopping!
STRONGBEE Store provides nothing but the best products for your health and wellness needs.