Bolehkah HIIT Cardio Setiap Hari untuk Menurunkan Berat Badan?

Home » Fitness » Bolehkah HIIT Cardio Setiap Hari untuk Menurunkan Berat Badan?

HIIT Cardio menjadi olahraga yang paling banyak dipilih untuk menurunkan berat badan. Olahraga ini hanya butuh waktu yang singkat tapi mampu menguras banyak keringat, yang tentunya menjadi ekspektasi banyak orang. Namun, bolehkah HIIT cardio setiap hari hanya untuk mencapai berat badan yang ideal?

Olahraga yang teratur dan rutin dilakukan juga bisa menyumbang peranan besar dalam penurunan berat badan kita. Banyak sekali manfaat olahraga yang bisa didapatkan. Bukan hanya berat badan yang terkendali, kita pun jadi memiliki pola hidup sehat. Organ dalam tubuh tetap bekerja sesuai dengan fungsinya dan kita pun akan terhindar dari penyakit.

Masalahnya, beberapa orang masih ragu dalam memilih olahraga yang tepat untuk dilakukan. Belum lagi masalah keterbatasan waktu yang membuat olahraga terasa semakin sulit untuk dilakukan. Namun, ada satu pilihan olahraga yang bisa dilakukan oleh setiap orang dalam durasi yang singkat, yaitu HIIT Cardio.

Apa Itu HIIT Cardio?

High Intensity Interval Training (HIIT) merupakan salah satu jenis olahraga kardio yang memerlukan intensitas tinggi dalam latihannya. Di sela-sela latihan, terdapat waktu break atau istirahat singkat agar memaksimalkan proses pembakaran kalorinya. Waktu break ini juga berguna untuk menjaga kesehatan organ kardio dan respirasi supaya kita bisa merasa bugar lebih cepat.

Kesimpulannya, kita bisa mendapatkan manfaat dari latihan HIIT ini, yaitu membakar lemak, meningkatkan kapasitas aerobik dan anaerobik. Waktu latihannya memang terbilang singkat, tapi seluruh bagian olahraganya dilakukan dalam sesi HIIT tersebut.

Olahraga ini semakin populer karena merupakan kombinasi strength dan cardio workout yang dilakukan secara bersamaan. Gerakan olahraganya juga ringan dan mudah diikuti bagi pemula yang baru memulai rutinitas olahraga sekalipun. Yang paling penting, kita juga bisa menghemat waktu olahraga dan tetap merasa segar karena tubuh kita mendapatkan latihan yang cukup.

Baca Juga: 4 Zat Aditif yang Perlu Dihindari

Bolehkah HIIT Cardio Setiap Hari?

Kemudahan dalam melakukan olahraga kardio ini membuat banyak orang yang ingin melakukan HIIT setiap hari. Namun, apakah aman jika olahraga ini dilakukan secara terus menerus?

HIIT cardio sebaiknya jangan dilakukan setiap hari dalam seminggu, cukup 2-3 kali saja. HIIT memang olahraga yang bagus untuk pemula, tapi organ tubuh kita juga memerlukan istirahat agar tidak overworked. Istirahat sehari atau dua hari saat berolahraga juga membuat pembakaran lemak dan kerja organ tubuh kita menjadi lebih maksimal.

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk juga saat melakukan olahraga HIIT ini. Terlalu sering melakukan HIIT juga bisa berdampak buruk pada kesehatan kita.

1. Tubuh Mudah Mengalami Cedera

Latihan HIIT yang berlebihan bisa membuat tubuh mudah mengalami cedera. Terlebih jika menggunakan HIIT dengan treadmill setiap hari, bagian tulang kaki dan sendi pada kaki akan mudah mengalami nyeri.

Tubuh juga memerlukan istirahat setelah melakukan olahraga karena ada pemulihan yang bekerja di dalamnya. Apabila dipaksa melakukan HIIT cardio setiap hari, organ tubuh kita malah tidak bekerja dengan maksimal. Kemungkinan paling buruk adalah berat badan malah bertambah karena melakukan olahraga HIIT dengan cara yang salah.

Otot membutuhkan waktu 48 hingga 72 jam untuk beristirahat agar tidak mudah lelah sebelum melakukan sesi olahraga berikutnya. Solusinya adalah, cobalah untuk membuat variasi latihan HIIT setiap harinya, seperti olahraga lengan untuk hari Senin, kaki untuk hari Selasa, dan seterusnya.

Baca Juga: Kencangkan Otot Pinggul dengan Gerakan Ini!

2. Kinerja Jantung Menjadi Berlebihan

HIIT merupakan olahraga kardio, artinya kegiatan yang bisa meningkatkan detak jantung dan pasokan oksigen ke dalam darah. Dengan kata lain, jantung kita bekerja lebih banyak saat melakukan HIIT dibandingkan biasanya. Semakin tinggi intensitasnya, arteri akan semakin melebar untuk meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

Kinerja jantung yang semakin meningkat tentunya membutuhkan pasokan oksigen, karena itu diperlukan sesi break selama latihannya. Sesi break ini juga berguna untuk mengurangi tekanan darah sehingga tidak terjadi hipertensi.

HIIT memang olahraga yang bagus untuk menghindari penyakit serangan jantung, tapi jangan lakukan setiap hari. Sebaiknya sesuaikan intensitas olahraga setiap harinya karena bisa menunjukkan beberapa gejala yang berbahaya, seperti nafas yang pendek. Bagi pemula, lebih baik lakukan olahraga ini dengan intensitas yang rendah dulu agar kinerja jantung bisa menyesuaikan kegiatan baru dan tidak mengalami overworked.

3. Imunitas Tubuh Melemah

Olahraga memang bisa meningkatkan imunitas tubuh, tapi bisa menjadi bumerang apabila dilakukan secara berlebihan. Melakukan HIIT secara berlebihan malah membuat imunitas tubuh melemah sehingga kita mudah terkena penyakit. Kalau dibiarkan, tubuh akan lebih mudah terjangkit penyakit yang lebih serius.

HIIT adalah olahraga yang membutuhkan kinerja lebih, tapi waktu istirahat setiap sesinya sangat sedikit. Karena itu, lebih baik lakukan olahraga ini secara selang seling setiap minggunya. Olahraga HIIT cukup dilakukan tiga kali seminggu, tapi hasilnya sudah bisa dirasakan.

Imunitas tubuh juga terjaga dengan keseimbangan antara olahraga dan kegiatan sehari-hari, terutama makanan. Memang tujuan HIIT salah satunya adalah menurunkan berat badan, tapi imbangi juga dengan nutrisi yang masuk pada tubuh setiap harinya. Tetaplah menjaga kandungan gizi pada makanan dan rajin minum air putih sehingga imunitas tubuh tetap terjaga.

Baca Juga: 7 Jenis Olahraga yang Dapat Membakar Banyak Kalori

4. Kekurangan Oksigen

HIIT juga dianggap sebagai olahraga yang tepat untuk membakar lemak dalam tubuh. Namun, diperlukan juga oksigen selama proses pembakarannya. Tak heran olahraga ini diselingi dengan istirahat singkat di setiap sesinya agar kita bisa menghirup oksigen untuk memaksimalkan pembakaran lemak.

Tubuh kita juga memerlukan oksigen tambahan agar bisa kembali ke kondisi metabolisme semula. Proses pembakaran kalori ini memerlukan waktu 24 sampai 48 jam setelah melakukan workout. Apabila dilakukan setiap hari, tubuh kita malah mengalami defisit oksigen sehingga proses pembakaran lemaknya tidak lancar.

Waktu istirahat tersebut juga digunakan oleh tubuh kita untuk membakar lemak. Meskipun hanya dilakukan tiga kali seminggu, HIIT sudah cukup efektif untuk mengurangi berat badan karena prosesnya. Kesimpulannya, imbangilah olahraga HIIT dan istirahat, karena di situ proses pembakaran lemak tetap berjalan.

Jawaban singkat dari bolehkah HIIT cardio setiap hari adalah tidak. Lebih baik melakukan HIIT hanya dua hingga tiga minggu sekali, tapi bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Kombinasi latihan HIIT beragam dan bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan Anda di aplikasi STRONGBEE. Aplikasi ini akan memberikan berbagai fasilitas olahraga secara digital, termasuk personal trainer supaya kegiatan olahraga Anda menjadi efektif dan juga menyenangkan. Segera download aplikasi STRONGBEE untuk menemani olahraga Anda.

Sumber:

https://www.livestrong.com/article/13729929-hiit-every-day-effects/ 

https://www.livestrong.com/article/13716442-hiit-for-beginners-6-tips-to-jump-start-your-workouts/ 

https://aaptiv.com/magazine/hiit-every-day

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest

Trending now

Yuk Olahraga di Akhir Pekan!

Wing Chun, Bela Diri “Lembut” Namun Berbahaya

Why you need to exercise (more)

Recently Posted

tags

Recommended For You

berapa kalori yang dibutuhkan saat diet

Berapa Kalori yang Dibutuhkan Saat Diet agar Cepat Kurus?

manfaat sepeda statis untuk perut

Manfaat Sepeda Statis untuk Perut serta Tips Efektifnya

waktu yang tepat untuk bersepeda

Kapan Waktu yang Tepat untuk Bersepeda agar Tetap Sehat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sign up and start shopping!
STRONGBEE Store provides nothing but the best products for your health and wellness needs.